UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI N-HEKSAN, ETIL ASETAT, METANOL-AIR DARI EKSTRAK DAUN JAMBU MEDE (Anacardium occidentale Linn) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853

Penulis

  • Octaviana Dyah Oentari STIKES Tujuh Belas Karanganyar

Kata Kunci:

daun jambu mede (Anacardium occidentale L), antibakteri, kromatografi lapis tipis, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, difusi.

Abstrak

Daun jambu mede (Anacardium occidentale L) digunakan oleh masyarakat sebagai obat diare,
disentri, anti diabetes, penyakit kelenjar, dyspepsia, penyakit kulit, impotensi, bronchitis. Daun
jambu mede mengandung tannin, triterpenoid, alkaloid, flavonoid, saponin dan minyak atsiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-heksan, fraksi etil asetat
dan fraksi metanol-air, mengetahui fraksi teraktif, mengetahui profil KLT pada fraksi teraktif.
Daun jambu mede diserbuk dan diekstraksi dengan metanol kemudian dipekatkan sampai
menjadi ekstrak kental. Ekstrak metanol kental kemudian difraksinasi berturut-turut dengan
pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Fraksi dibuat tiga seri pengenceran dan diuji terhadap
Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 secara difusi. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa
fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi metanol-air dari ekstrak metanol daun jambu
mede menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 secara in vitro. Hasil
analisa fraksi n-heksan secara Kromatografi Lapis Tipis kemungkinan mengandung senyawa
golongan triterpenoid dan minyak atsiri.

Biografi Penulis

Octaviana Dyah Oentari, STIKES Tujuh Belas Karanganyar

Daun jambu mede (Anacardium occidentale L) digunakan oleh masyarakat sebagai obat diare,
disentri, anti diabetes, penyakit kelenjar, dyspepsia, penyakit kulit, impotensi, bronchitis. Daun
jambu mede mengandung tannin, triterpenoid, alkaloid, flavonoid, saponin dan minyak atsiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-heksan, fraksi etil asetat
dan fraksi metanol-air, mengetahui fraksi teraktif, mengetahui profil KLT pada fraksi teraktif.
Daun jambu mede diserbuk dan diekstraksi dengan metanol kemudian dipekatkan sampai
menjadi ekstrak kental. Ekstrak metanol kental kemudian difraksinasi berturut-turut dengan
pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Fraksi dibuat tiga seri pengenceran dan diuji terhadap
Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 secara difusi. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa
fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi metanol-air dari ekstrak metanol daun jambu
mede menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 secara in vitro. Hasil
analisa fraksi n-heksan secara Kromatografi Lapis Tipis kemungkinan mengandung senyawa
golongan triterpenoid dan minyak atsiri.

Referensi

Ansel, H. C. 1989. Pengantar Bentuk

Sediaan Farmasi Edisi IV. Jakarta:

Universitas Indonesia. Hlm 410-417.

Bonang, G., dan Koeswardono, 1982,

Mikrobiologi Kedokteran Untuk

Laboratorium Dan Klinik, PT.

Gramedia, Jakarta, hlm 77-78, 176-191.

Kesahatan Republik Indonesia, hlm 4-11,25-

[Departemen Kesehatan RI].

Meteria Medica Indonesia:

Departemen Kesahatan Republik

Indonesia, hlm 9,706.

Doss, Thanganyel. 2011. Antioxidant and

antimicrobial Activity Using Different

Extracts of Anacardium occidentale L.

International Journal Of Applied

Biology Snd Phsrmsceutical

Technology 436-443.

Dwijoseputro, D, 1990, Dasar-Dasar

Mikrobiologi. Jakarta: Penerbit Djambanta

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-09-25

Terbitan

Bagian

Articles