HUBUNGAN PENGETAHUAN PENDERITA TUBERCOLOSIS PARU DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT

Penulis

  • Amik Muladi STIKES Tujuh Belas
  • Agustina Manda Sabi STIKES Tujuh Belas

Kata Kunci:

Pengetahuan TB paru, Kepatuhan Minum Obat

Abstrak

ABSTRAK

Tuberculosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan bakteri berbentuk batang (basil) yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberculosis. Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap obyek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan sebagainya). Kepatuhan merupakan kecenderungan penderita melakukan intruksimedikasi yang dianjurkan. Kepatuhan minum obat sendiri kembali kepada kesesuaian penderita dengan rekomendasi pemberi pelayanan yang berhubungan dengan waktu, dosis, dan frekuensi pengobatan untuk jangka waktu pengobatan yang dianjurkan. Tuberkulosis Paru adalah tuberkulosis yang mengenai parenkim paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan penderita TB paru dan kepatuhan minum obat tuberculosis di Klinik Talenta Surakarta. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariate. Hasil uji Sperman Rank menunjukan nilai p sebesar 0,000 =0,005, sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan penderita TB paru dengan kepatuhan minum obat. Peran serta perawat sangat penting dalam memberikan pengetahuan tentang penyakit TB paru agar penderita patuh dan rutin dalam minum obat.

 

Kata kunci : Pengetahuan TB paru, Kepatuhan Minum Obat

 

 

RELATIONSHIP OF TUBERCOLOSIS PULMONARY KNOWLEDGE WITH COMPLIANCE OF DRINKING DRUGS

 

 

ABSTRACT

 

Tuberculosis is an infectious disease caused by bacteria in the form of rods (bacilli) known as Mycobacterium tuberculosis. Knowledge is the result of human senses or the result of someone knowing an object through their senses (eyes, nose, ears, etc.). Adherence is the patient's tendency to carry out the recommended instructions. Adherence to taking the medication itself returns to the patient's compliance with the service provider recommendations related to the time, dose, and frequency of treatment for the recommended treatment period. Pulmonary Tuberculosis is tuberculosis that affects the lung parenchyma. This study aims to determine the relationship between knowledge of patients with pulmonary tuberculosis and compliance with tuberculosis medication at the Surakarta Talenta Clinic. The sampling technique was purposive sampling method, data collection used questionnaires and observations. The analysis in this study used univariate and bivariate analysis. The results of the Sperman Rank test show a p value of 0.000 = 0.005, so it can be stated that there is a relationship between the level of knowledge of pulmonary tuberculosis patients with medication adherence. The role of nurses is very important in providing knowledge about pulmonary tuberculosis so that patients are obedient and routinely take medication.

 

Key words: Knowledge of pulmonary tuberculosis, adherence to taking medication

Referensi

Aditama, T, Y (2006). Faktor- Faktor berhubungan dengan Kesembuhan Penderita.Journal.Unnes_ac.id/nju/indek.php/kemas/artide/ download/2006. Diundeh 17 Desember 2017.

Arikunto (2008). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Edisi ketiga. Jakarta : FKUI.

Baginda, (2012) : Pengaruh Tingkat Kepatuhan Minum Obat ’’OAT’’.

Jakarta : Bakti Husada.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Dasar (RIKESDAS) 2010. Jakarta Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Chambers, S (2010). Ketidak patuhan minum obat yang disengaja dan efek samping yang dihasilkan. Jakarta : Bakti Husada.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Tuberkulosis. Diakses dari :Http//www pmp-plp depkes. Co.id. pada tanggal 8 Dsember 2017.

Dhewi (2012). Hubungan Antarapengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat. Jurnal ilmu keperawatan dan kebidanan. Diambil tgl 22 Mei 2018.

Eka, W (2006). Hubungan Antara Pengetahuan tentang Penyakit TB Paru dengan tindakanpencegahan pada keluarga penderita Tb. Skripsi, Surabaya, Universitas, Airlangga : 2.

Erawartiningsih (2015). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Berobat Pada Penderita Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Dompo Barat.

Dari :http:/isjd.pdii.ipi.go.id/admin/jurnal/253309117124.pdf. diakses tanggal 19 Mei 2018

Friedman (2010). Faktor- Faktor kepatuhan individu dalam minum obat. Dalam : Saragih, AW, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid

II. Edisi IV. Jakarta. Pusat Penerbit Departemen Ilmu Penyakit Dalam. FKUI, Hlm :988-1000.

Hiswani (2009). Tuberculosis merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Diakses dari. Http:/Library.usu. ac. Id/download/fkmhiswani. 6. Pdf. Pada tanggal 12 Desember 2017.

. "Pengobatan TB paru mencegah terjadinya resistensi kuman". diakses dari. Http// www. Ppm plp_diakses.co.id/ detil pada tanggal 18 Dsember 2017.

Kemenkes RI (2013. Pedoman pelaksana TB sedunia. www. Tb indonesia. Or. Id/pdf/PEDOMAN_HTBS_2013. Pdf. Diakses 19 Desember 2017.

Kuswantoro, dkk (2008). Dsain dan ukuran sampel untuk penelitian di bidang kesehatan. Yogyakarta. Gajah Mada University Press.

Nursalam (2013). Konsep dan penerapanmetodologi penelitian ilmu keperawatan. pedoman penulisan Skripsi dan tesis. Jakarta : Bakti Medika.

Nelsen, nill (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Notoadmodjo, Soekidjo (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursusanti (2008). Tingkat Pengetahuan Memberikan Resiko. Jurnal Yogyakarta. http:// www.skripsistikes,wordprees. Com 19 Desember.

Peterson (2012. Hubungan waktu, dosis, dan frekuensi pengobatan jangka waktu pengobatan. Jakarta : Bakti Husada.

Soekidjo, Notoadmojo (2010). Pengetahuan Penderita tentang TB paru.

Jakarta : EGC.

Sugiono (2008). Ilmu penyakit dlam jilid II. Edisi ketiga. Jakarta : FKUI

Triton, dkk (2009). SPSS Surabaya: Departemen Biostistika dan Kependudukan FKM. Unair.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-11-26

Terbitan

Bagian

Articles