PERAWATAN PASIEN DENGAN TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO, SLEMAN: STUDI KASUS

Penulis

  • Anas Rahmad Hidayat Politekes Permata Indonesia, Yogyakarta
  • Isnani Nurhayati STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta

Kata Kunci:

tuberculosis , evaluation , duration, treatment

Abstrak

 

ABSTRAK

Latar belakang: TBC paru-paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Indonesia dikenal sebagai penyumbang terbesar kedua untuk kasus tuberkulosis di dunia setelah India. Penanganan tuberkulosis paru perlu dievaluasi dalam proses termasuk proses penilaian, proses diagnosis dan proses perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengobatan TB paru di Bagian Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Nugroho. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional, dianalisis secara kualitatif dari data retrospektif dari catatan medis dan tuberkulosis dalam bentuk terdaftar pasien paru-paru. Populasi penelitian ini adalah sekelompok pasien TB paru dewasa di Rumah Sakit Rawat Jalan Nugroho pada 2016 - 2017, berjumlah 56 pasien. Penelitian ini menggunakan variabel tunggal, yaitu pengobatan pasien TB paru dengan sub-variabel dari dosis OAT yang sesuai dan waktu pengobatan. Hasil: Dosis pengobatan dikategorikan tidak sesuai dan tidak sesuai. Hasil ini menunjukkan 91,7% dari kategori sebagai dosis yang sesuai dan 8,3% sebagai dosis yang tidak pantas. Perawatan awal, 83,3% di waktu yang tepat dengan 16,7% salah. Tetapi fase perawatan sehari-hari 33,3% dari pasien dalam kapur yang berhubungan dengan 66,7% tidak sesuai. Kesimpulan:. Ada penyesuaian antara standar WHO, standar perawatan di Rumah Sakit Panti Nugroho

Kata kunci: TBC, evaluasi, durasi, pengobatan

 

THE TREATMENT OF PATIENTS WITH TUBERCULOSIS OF LUNGS IN PANTI NUGROHO HOSPITAL, SLEMAN: A CASE STUDY

 

ABSTRACT

Background: Lung tuberculosis is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. Indonesia is known as the second largest contributor to tuberculosis cases in the world after India. Handling of pulmonary tuberculosis needs to be evaluated in the process including the assessment process, the diagnosis process and the treatment process. This study aims to determine pulmonary treatment tuberculosis in the Outpatient Department of Panti Nugroho Hospital. Method: This study was an observational analytic study, analyzed qualitatively from retrospective data from medical records and tuberculosis in the registered form of lung patients. The population of this study was a group of adult pulmonary TB patients at the Hospital for Outpatient Care Nugroho in 2016 - 2017, amounting to 56 patients. This study used a single variable, namely treatment of pulmonary TB patients with sub-variables of the appropriate OAT dose and time of treatment. Results: The treatment dose was categorized as inappropriate and inappropriate. These results showed 91.7% of the category as the appropriate dose and 8.3% as an inappropriate dose. Initial treatment, 83.3% in the right time with 16.7% incorrect. But the day-to-day phase of treatment 33.3% of patients in lime that corresponded to 66.7% were not appropriate. Conclusion:. There is an adjustment between WHO standards, the standard of care at Panti Nugroho Hospital

   

Keywords: tuberculosis , evaluation , duration, treatment

Referensi

Bahar. Asril. 2003. Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Edisi ke-3. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Balai Penerbit FKUI : Jakarta.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.2013. Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. Kemenkes : Jakarta.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014 Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. 13-30. Diperbanyak oleh: Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Bidang P2PL Seksi Pemberantasan Penyakit : Yogyakarta.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2016 Nomor HK. 02.02/Menkes/305/2014. Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. 14-33. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Kesmas ID. 2017. Portal Kesehatan Masyarakat Indonesia.. Tersedia di www.Kesmas-id.com. Diakses pada tanggal 20 September 2018.

Notoatmodjo,S. 2012. Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta : Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Nomor 67 Tahun 2016. Penanggulangan tuberkulosis 59-107 Nomor 67 Tahun 2016 . Diperbanyak oleh seksi Pengendalian Penyakit Tuberculosis Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakart.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Strategi nasional pengendalian tuberkulosis Tahun 2011-2014. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 565/MENKES/PER/III/2011. Jakarta.

Ramadhan Rezky. 2017 Menkes : Negara penderita tuberkulosis terbanyak penderita ; 2017 tersedia di TBC,https://m.cnnindonesia. com/gaya- hidup/berita

Retno. 2017. Patofisiologi, Diagnosis dan Klasifikasi Tuberkulosisi. Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Okupasi dan Keluarga FKUI. Dikutip 14 Februari 2017. tersedia di www.staff.ui.ac.id>material>pato

Sedoyo, Aru W.2007. Buku Ajar ilmu penyakit dalam. Edisi 4, jilid 1. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

Tjay, T. H., Rahardja, K. 2002. Obat-obat penting, khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya, edisi 5, cetakan ke I, 145-153, PT Elex Media Komputindo : Jakarta

WHO. 206. Global Tuberculosis report;2016. Dikutip 15 Januari 2018. Tersedia di : www.who.int/tb/publications/global.report/gtbr

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-08-17

Terbitan

Bagian

Articles